floating whatsapp

Kenapa Usia 25 Tahun Sering Disebut Titik Awal Penurunan Kolagen?

Amelia • 03 Juni 2026

Kenapa Usia 25 Tahun Sering Disebut Titik Awal Penurunan Kolagen?

Bogor — Banyak orang menganggap usia 25 tahun masih berada dalam masa puncak produktivitas dan kesehatan. Namun dari sisi biologis, usia ini sering disebut sebagai titik awal terjadinya penurunan kolagen secara alami di dalam tubuh.

Kolagen merupakan protein paling melimpah dalam tubuh manusia yang berperan penting dalam menjaga struktur kulit, tulang, sendi, tendon, hingga pembuluh darah. Protein ini diproduksi secara alami oleh sel fibroblas dengan bantuan berbagai nutrisi seperti asam amino, vitamin C, zinc, dan tembaga.

Produksi Kolagen Tidak Berlangsung Selamanya di Tingkat yang Sama

Saat masih muda, tubuh memiliki kemampuan yang sangat baik dalam membentuk dan memperbaiki jaringan kolagen. Namun seiring bertambahnya usia, aktivitas fibroblas mulai melambat sehingga produksi kolagen baru tidak lagi secepat sebelumnya. Pada saat yang sama, proses pemecahan kolagen lama terus berlangsung. Ketidakseimbangan inilah yang menjadi awal dari penurunan kolagen dalam tubuh.

Berbagai sumber ilmiah menyebutkan bahwa produksi atau kandungan kolagen dapat menurun secara bertahap sekitar 1% per tahun setelah memasuki usia dewasa. Angka ini menjadi salah satu alasan mengapa usia pertengahan 20-an sering dianggap sebagai awal proses penuaan biologis yang alami.

Penelitian yang Menjadi Dasar

Salah satu penelitian klasik yang banyak dijadikan rujukan dalam dunia dermatologi dilakukan oleh Sam Shuster dan rekan-rekannya pada tahun 1975. Penelitian tersebut menemukan bahwa kandungan kolagen pada kulit manusia mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Temuan ini kemudian menjadi landasan bagi banyak penelitian modern mengenai penuaan kulit.

Tidak Hanya Faktor Usia

Meski penurunan kolagen merupakan proses alami, berbagai faktor eksternal dapat mempercepat proses tersebut.

Paparan sinar ultraviolet (UV), polusi, kurang tidur, stres kronis, merokok, hingga konsumsi gula berlebih diketahui dapat meningkatkan kerusakan serat kolagen. Bahkan banyak ahli menyebut paparan sinar matahari sebagai salah satu penyebab terbesar percepatan degradasi kolagen pada kulit.

Selain itu, proses yang dikenal sebagai glycation juga dapat terjadi ketika gula berlebih berikatan dengan protein kolagen. Kondisi ini membuat serat kolagen menjadi lebih kaku dan kehilangan elastisitasnya.

Apa Dampaknya bagi Tubuh?

Penurunan kolagen tidak selalu langsung terlihat. Proses ini berlangsung perlahan selama bertahun-tahun.

Namun seiring waktu, berkurangnya kolagen dapat berkontribusi pada munculnya garis halus, berkurangnya elastisitas kulit, kulit yang tampak lebih tipis, hingga perubahan pada kenyamanan dan fleksibilitas sendi.

Karena perubahan terjadi secara bertahap, banyak orang baru menyadari dampaknya ketika memasuki usia 30-an atau bahkan lebih lanjut.

Bisakah Penurunan Kolagen Diperlambat?

Meskipun proses penuaan tidak dapat dihentikan, para ahli menyarankan beberapa langkah yang dapat membantu mendukung produksi kolagen alami tubuh:

  • Memenuhi kebutuhan protein harian.

  • Mengonsumsi makanan kaya vitamin C.

  • Menggunakan perlindungan terhadap sinar UV.

  • Menjaga kualitas tidur.

  • Berolahraga secara rutin.

  • Menghindari kebiasaan merokok.

  • Mengelola stres dengan baik.

Usia 25 tahun bukanlah usia ketika tubuh tiba-tiba kehilangan kolagen secara drastis. Namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa pada rentang usia inilah proses penurunan kolagen mulai terjadi secara alami dan bertahap. Dengan memahami bagaimana kolagen diproduksi serta faktor-faktor yang memengaruhi kerusakannya, masyarakat dapat mengambil langkah preventif lebih awal untuk mendukung kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.

Apakah kamu sudah memasuki usia 25 tahun? Menurutmu, perubahan apa yang paling terasa pada kulit atau tubuh dibandingkan saat usia awal 20-an? Bagikan pendapatmu di kolom komentar.