Tren produk tinggi protein atau proteinification semakin berkembang. Protein tidak lagi hanya identik dengan produk sports nutrition seperti whey protein powder, tetapi mulai hadir dalam berbagai produk sehari-hari seperti susu bubuk, minuman siap konsumsi, meal replacement, hingga functional beverage.
Bagi brand owner yang ingin mengembangkan produk tinggi protein, pemilihan sumber protein menjadi salah satu bagian penting dalam proses formulasi. Salah satu ingredient yang mulai banyak digunakan adalah Milk Protein Concentrate (MPC).
Namun, muncul pertanyaan:
Apakah MPC bisa menggantikan whey protein?
Jawabannya: bisa dalam formulasi tertentu, tetapi MPC dan whey bukan bahan yang sepenuhnya sama dan tidak selalu dapat saling menggantikan secara langsung.
Apa Itu MPC?
Milk Protein Concentrate (MPC) merupakan bahan baku protein yang berasal dari susu dan memiliki kandungan protein yang terkonsentrasi.
Berbeda dengan whey protein yang berasal dari fraksi whey, MPC mempertahankan dua kelompok protein utama yang terdapat dalam susu, yaitu casein dan whey protein.
Karena itu, MPC memberikan karakteristik yang berbeda dibandingkan whey protein.
Secara sederhana:
MPC = Casein + Whey Protein
Sementara:
Whey Protein = dominan whey protein
Perbedaan komposisi inilah yang membuat penggunaan MPC dan whey dapat memberikan karakter yang berbeda pada produk akhir.
Lalu, Apa Bedanya MPC dan Whey?
1. Sumber proteinnya berbeda
MPC berasal dari susu dan mempertahankan sebagian besar protein susu dalam bentuk yang terkonsentrasi.
Sementara whey protein berasal dari whey, yaitu bagian cair yang terbentuk dalam proses pembuatan keju.
Keduanya sama-sama berasal dari susu, tetapi berasal dari fraksi yang berbeda.
2. Komposisi proteinnya berbeda
Salah satu perbedaan utama MPC dan whey terletak pada komposisinya.
MPC mengandung casein dan whey protein, sedangkan whey protein memiliki kandungan whey protein yang lebih dominan.
Karena casein merupakan komponen utama protein susu, MPC dapat memberikan karakter yang lebih mendekati milk protein secara keseluruhan.
3. Karakteristiknya dalam produk juga berbeda
Perbedaan protein dapat memengaruhi karakteristik produk seperti:
mouthfeel
kelarutan
viskositas
stabilitas
rasa
karakter creamy
Karena itu, mengganti whey dengan MPC bukan sekadar mengganti satu bahan dengan bahan lainnya.
Dalam pengembangan produk, formulasi mungkin perlu disesuaikan kembali untuk mendapatkan karakter produk yang diinginkan.
Jadi, Apakah MPC Bisa Menggantikan Whey?
Bisa, tetapi tergantung tujuan produknya.
Misalnya, sebuah brand ingin membuat milk-based protein drink atau minuman nutrisi dengan karakter susu yang lebih kuat.
Dalam konteks seperti ini, MPC dapat menjadi salah satu pilihan ingredient karena menyediakan kombinasi casein dan whey protein dari susu.
Namun, apabila produk dirancang secara spesifik untuk menggunakan karakteristik whey protein, maka MPC belum tentu menjadi pengganti yang tepat.
Jadi, lebih tepat jika MPC disebut sebagai alternatif sumber protein susu, bukan sebagai pengganti whey secara universal.
Kapan MPC Bisa Menjadi Pilihan?
MPC dapat dipertimbangkan untuk berbagai kategori produk, terutama produk yang membutuhkan karakteristik protein susu.
Beberapa contohnya:
1. High Protein Milk Drink
MPC dapat digunakan dalam pengembangan minuman berbasis susu dengan kandungan protein yang lebih tinggi.
2. Nutrition Drink
Produk nutrisi membutuhkan sumber protein sebagai salah satu komponen formulasi. MPC dapat menjadi salah satu opsi ingredient yang dapat dipertimbangkan.
3. Meal Replacement
Pada produk meal replacement, protein merupakan salah satu komponen penting dalam formulasi. Pemilihan MPC dapat dipertimbangkan berdasarkan target nutrisi dan karakter produk.
4. Protein Powder
Selain whey, formulasi protein powder juga dapat menggunakan sumber protein lain, termasuk milk protein.
5. Functional Beverage
Tren functional beverage semakin berkembang dan konsumen mulai mencari produk dengan value tambahan, termasuk kandungan protein.
MPC dapat menjadi salah satu ingredient yang dipertimbangkan dalam pengembangan kategori ini.
MPC vs Whey: Mana yang Harus Dipilih?
Sebenarnya pertanyaannya bukan “mana yang lebih baik?”
Tetapi:
“Mana yang paling sesuai dengan konsep produk yang ingin dibuat?”
Karena pemilihan protein perlu mempertimbangkan beberapa hal, seperti:
Semua faktor tersebut perlu dipertimbangkan sebelum menentukan sumber protein yang digunakan.
Jangan Asal Mengganti Whey dengan MPC
Ini bagian yang penting untuk brand owner.
Jika sebuah formulasi awal menggunakan whey, menggantinya dengan MPC tidak selalu bisa dilakukan dengan pendekatan 1:1.
Perubahan ingredient dapat memengaruhi karakteristik produk secara keseluruhan.
Mulai dari rasa, tekstur, kelarutan, hingga stabilitas produk.
Karena itu, diperlukan proses formulasi dan pengujian untuk melihat bagaimana ingredient tersebut bekerja dalam formula yang dikembangkan.
Dengan kata lain:
MPC bukan sekadar “whey versi lain”.
Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dan dapat memberikan fungsi yang berbeda pula dalam sebuah formulasi.
Peluang Produk Tinggi Protein untuk Brand
Meningkatnya perhatian konsumen terhadap asupan protein membuka peluang bagi brand untuk mengembangkan berbagai kategori produk baru.
Protein tidak harus selalu hadir dalam bentuk whey protein powder.
Brand dapat mengeksplorasi berbagai konsep seperti:
High Protein Drink
Protein Milk
Nutrition Drink
Meal Replacement
Protein Powder
Functional Beverage
Protein-based Snack
Yang menjadi tantangan adalah bagaimana membuat produk yang bukan hanya memiliki kandungan protein, tetapi juga memiliki rasa, tekstur, stabilitas, dan positioning yang sesuai dengan target konsumen.
Di sinilah proses formulasi menjadi penting.
Mau Mengembangkan Produk Tinggi Protein?
Bagi brand owner yang ingin mengembangkan produk berbasis protein, pemilihan ingredient sebaiknya dilakukan berdasarkan konsep produk dan kebutuhan formulasi, bukan hanya mengikuti ingredient yang sedang populer.
Di Nutrafood, pengembangan produk dapat dimulai dari konsultasi konsep, pemilihan ingredient, pengembangan formula, pembuatan sample, hingga proses produksi.
Jadi, apakah MPC bisa menggantikan whey?
Bisa pada formulasi tertentu. Tetapi bukan berarti MPC dan whey adalah bahan yang sama atau selalu dapat dipertukarkan.
Yang paling penting adalah menemukan sumber protein dan formulasi yang sesuai dengan karakter produk yang ingin kamu bangun.
Punya ide produk high protein sendiri?
Konsultasikan konsepnya bersama tim Nutrafood dan mulai kembangkan produkmu.