floating whatsapp

Wajib Halal 2026: Apa yang Perlu Disiapkan Brand Makanan dan Minuman?

Amelia • 08 September 2026

Wajib Halal 2026: Apa yang Perlu Disiapkan Brand Makanan dan Minuman?

Wajib Halal 2026 menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha makanan dan minuman di Indonesia. Mulai 18 Oktober 2026, kewajiban sertifikasi halal memasuki tahap penting sesuai ketentuan yang berlaku. Lalu, apa yang perlu dipersiapkan brand makanan dan minuman untuk menghadapi kebijakan ini?

Bagi brand yang sedang mengembangkan produk pangan, sertifikasi halal bukan lagi sekadar nilai tambah. Aspek halal perlu mulai diperhatikan sejak tahap pengembangan produk, mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga produk siap dipasarkan.

Wajib Halal 2026 Mulai Berlaku 18 Oktober

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan bahwa implementasi Wajib Halal Oktober 2026 akan memasuki tahap penting pada 18 Oktober 2026.

Berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, tahap ini mencakup berbagai kategori produk, termasuk makanan dan minuman, bahan baku, bahan tambahan pangan, serta bahan penolong untuk produk makanan dan minuman.

Untuk pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), periode penahapan kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman berlangsung hingga 17 Oktober 2026. Dengan demikian, pelaku usaha perlu mulai mempersiapkan sertifikasi halal sebelum memasuki batas waktu tersebut.

Mengapa Brand Makanan dan Minuman Perlu Bersiap dari Sekarang?

Menunggu sampai mendekati batas waktu dapat membuat proses pengembangan dan legalitas produk menjadi lebih terburu-buru.

Bagi brand yang sedang merencanakan produk baru, persiapan halal sejak awal dapat membantu memastikan bahwa aspek bahan, proses, dan dokumen pendukung sudah diperhatikan sejak tahap pengembangan.

Selain sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, BPJPH juga menilai sertifikasi halal dapat memberikan nilai tambah bagi produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing bisnis.

Dengan kata lain, halal tidak sebaiknya dipandang hanya sebagai urusan legalitas di tahap akhir produksi.

Halal sebaiknya dipikirkan sejak awal.

Apa Saja yang Perlu Disiapkan Brand?

Ada beberapa aspek yang dapat mulai diperhatikan oleh brand makanan dan minuman dalam mempersiapkan sertifikasi halal.

1. Pastikan Bahan Baku Memenuhi Persyaratan

Bahan baku merupakan salah satu aspek penting dalam proses sertifikasi halal.

Brand perlu mengetahui asal bahan yang digunakan dalam formula, termasuk bahan utama, bahan tambahan pangan, maupun bahan penolong yang digunakan dalam proses produksi.

Semakin jelas informasi mengenai bahan yang digunakan, semakin mudah proses penelusuran dan pemenuhan persyaratan halal dilakukan.

2. Perhatikan Proses Produksi

Sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan bahan yang digunakan, tetapi juga dengan proses produksi.

Proses pengolahan, penyimpanan, penanganan bahan, hingga fasilitas yang digunakan perlu diperhatikan agar memenuhi ketentuan jaminan produk halal.

Karena itu, pemilihan fasilitas produksi atau pabrik maklon juga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi brand yang ingin mengembangkan produk pangan.

3. Siapkan Dokumen Pendukung

Proses sertifikasi halal membutuhkan berbagai informasi dan dokumen pendukung yang berkaitan dengan produk dan proses produksinya.

Karena itu, brand sebaiknya tidak menunggu produk selesai diproduksi untuk mulai memikirkan aspek sertifikasi halal.

Persiapan sejak tahap pengembangan produk dapat membantu proses legalitas berjalan lebih terarah.

4. Pilih Partner Produksi yang Memahami Proses Halal

Bagi brand yang menggunakan jasa maklon, memilih partner produksi bukan hanya tentang kapasitas produksi dan formula.

Aspek legalitas dan standar halal juga perlu menjadi bagian dari pertimbangan.

Partner maklon yang memahami proses sertifikasi halal dapat membantu brand mempersiapkan kebutuhan yang diperlukan sejak awal pengembangan produk.

Sertifikasi Halal Bukan Hanya Tentang Logo

Bagi konsumen, logo halal memang menjadi salah satu tanda penting ketika memilih produk. Namun, di balik logo tersebut terdapat proses untuk memastikan status kehalalan produk.

Mulai dari bahan baku, proses produksi, fasilitas, hingga dokumentasi perlu diperhatikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, bagi brand makanan dan minuman, sertifikasi halal sebaiknya tidak diperlakukan sebagai pekerjaan administratif yang baru dilakukan ketika produk sudah selesai.

Halal adalah bagian dari proses pengembangan produk.

BPJPH juga menekankan bahwa halal dapat menjadi bagian dari strategi bisnis karena berkaitan dengan kepercayaan konsumen dan daya saing produk.

Kembangkan Produk Pangan dengan Persiapan Halal Sejak Awal

Bagi brand yang sedang mengembangkan produk makanan atau minuman, mempersiapkan aspek halal sejak tahap awal dapat menjadi langkah strategis untuk menghindari proses yang terburu-buru menjelang batas implementasi.

Di PT Sumber Nutrafood Indonesia (Nutrafood), pengembangan produk tidak hanya berfokus pada formula dan proses produksi. Sertifikasi halal juga dibantu sebagai bagian dari layanan maklon, sehingga brand dapat memperoleh pendampingan dalam mempersiapkan kebutuhan legalitas produk.

Dengan konsep One Stop Maklon Solution, Nutrafood membantu brand dalam berbagai tahap pengembangan produk, mulai dari konsultasi formula, pengembangan produk, proses produksi, packaging, hingga pendampingan legalitas yang diperlukan.

Hal ini sejalan dengan prinsip Nutrafood:

Benar sejak awal.

Karena produk yang baik bukan hanya tentang bagaimana produk tersebut dibuat, tetapi juga bagaimana produk tersebut dipersiapkan agar dapat memenuhi aspek kualitas, keamanan, dan legalitas yang diperlukan.

Jangan Tunggu Sampai Mendekati Oktober 2026

Dengan semakin dekatnya implementasi Wajib Halal Oktober 2026, brand makanan dan minuman sebaiknya mulai mengevaluasi kesiapan produknya dari sekarang.

Beberapa pertanyaan yang dapat mulai diperhatikan:

  • Apakah bahan baku produk sudah jelas asal dan statusnya?
  • Apakah proses produksi sudah mendukung kebutuhan sertifikasi halal?
  • Apakah dokumen pendukung sudah dipersiapkan?
  • Apakah partner maklon memahami proses sertifikasi halal?
  • Apakah legalitas produk sudah menjadi bagian dari perencanaan sejak awal?

Semakin awal dipersiapkan, semakin baik brand dapat mengantisipasi kebutuhan legalitas dan pengembangan produknya.

Wajib Halal 2026 bukan hanya tentang memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi momentum bagi brand untuk membangun produk yang lebih siap, terpercaya, dan memiliki daya saing.

Ingin Mengembangkan Produk Pangan dengan Pendampingan Maklon?

Nutrafood siap membantu proses pengembangan produk mulai dari formula, produksi, packaging, hingga pendampingan sertifikasi halal.

Konsultasikan ide produk Anda bersama Nutrafood dan mulai proses pengembangan produk dengan benar sejak awal.