floating whatsapp

Marine Collagen vs Bovine Collagen: Apa Bedanya dan Mana yang Tepat untuk Produk Anda?

Amelia • 04 Agustus 2026

Marine Collagen vs Bovine Collagen: Apa Bedanya dan Mana yang Tepat untuk Produk Anda?

Collagen telah menjadi salah satu bahan baku yang paling banyak digunakan dalam industri pangan fungsional beberapa tahun terakhir. Mulai dari beauty drink, minuman serbuk, hingga suplemen kesehatan, collagen semakin diminati karena dikaitkan dengan manfaatnya dalam mendukung kesehatan kulit, sendi, tulang, dan jaringan tubuh.

Namun, sebelum mengembangkan produk berbasis collagen, terdapat satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan brand owner maupun pelaku usaha: lebih baik menggunakan marine collagen atau bovine collagen?

Keduanya sama-sama merupakan sumber collagen berkualitas, tetapi memiliki karakteristik, komposisi, hingga aplikasi produk yang berbeda. Memahami perbedaan tersebut akan membantu Anda memilih bahan baku yang paling sesuai dengan konsep produk, target pasar, dan positioning merek yang ingin dibangun.

Apa Itu Marine Collagen?

Marine collagen adalah collagen yang berasal dari jaringan ikan, seperti kulit, sisik, atau tulang ikan yang diproses melalui teknologi hidrolisis sehingga menghasilkan collagen peptides dengan ukuran molekul yang lebih kecil dan mudah larut dalam air.

Sebagian besar marine collagen didominasi oleh Collagen Type I, yaitu jenis collagen yang paling banyak ditemukan pada kulit, rambut, kuku, tulang, dan tendon manusia. Karena itu, marine collagen sering digunakan dalam produk yang berfokus pada kecantikan dan perawatan kulit.

Marine collagen banyak diaplikasikan pada berbagai produk, seperti:

  • Beauty drink

  • Minuman collagen serbuk

  • Sachet collagen premium

  • Jelly collagen

  • Functional beverage

  • Produk anti-aging

Selain manfaat fungsionalnya, marine collagen juga sering dipilih oleh brand yang ingin menghadirkan citra produk premium dan modern.

Apa Itu Bovine Collagen?

Bovine collagen merupakan collagen yang berasal dari kulit atau tulang sapi yang telah melalui proses hidrolisis menjadi collagen peptides.

Berbeda dengan marine collagen, bovine collagen umumnya mengandung kombinasi Collagen Type I dan Type III. Kombinasi kedua tipe tersebut membuat bovine collagen banyak digunakan pada produk yang tidak hanya menargetkan kesehatan kulit, tetapi juga mendukung jaringan ikat, otot, tulang, dan sendi.

Bovine collagen sering diaplikasikan pada:

  • Protein drink

  • Meal replacement

  • Functional food

  • Healthy beverage

  • Sport nutrition

  • Wellness product

Karena karakteristiknya yang serbaguna, bovine collagen menjadi salah satu pilihan populer untuk berbagai kategori produk kesehatan.

Marine Collagen vs Bovine Collagen: Apa Perbedaannya?

Meskipun sama-sama merupakan collagen, terdapat beberapa aspek penting yang membedakan keduanya.

Aspek

Marine Collagen

Bovine Collagen

Sumber

Ikan

Sapi

Tipe collagen dominan

Type I

Type I & Type III

Fokus aplikasi

Beauty & healthy aging

Wellness, sport nutrition, dan kesehatan umum

Kelarutan

Sangat baik

Baik

Target pasar

Beauty enthusiast dan premium market

Pasar yang lebih luas

Harga bahan baku

Umumnya lebih tinggi

Relatif lebih ekonomis

Perlu diingat bahwa karakteristik rasa, aroma, warna, maupun kelarutan dapat berbeda tergantung kualitas bahan baku, proses produksi, dan spesifikasi dari masing-masing pemasok.

Mana yang Lebih Cepat Diserap Tubuh?

Salah satu anggapan yang sering beredar adalah bahwa marine collagen selalu lebih cepat diserap tubuh dibandingkan bovine collagen.

Faktanya, baik marine maupun bovine collagen yang telah dihidrolisis menjadi collagen peptides sama-sama dirancang agar lebih mudah dicerna dan diserap dibandingkan collagen dalam bentuk utuh.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ukuran peptida yang lebih kecil dapat meningkatkan penyerapan. Namun, efektivitas suatu produk tidak hanya ditentukan oleh sumber collagen, melainkan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

  • Kualitas bahan baku

  • Berat molekul collagen peptides

  • Dosis penggunaan

  • Formulasi produk secara keseluruhan

  • Kombinasi dengan bahan aktif lain, misalnya vitamin C

Oleh karena itu, pemilihan marine atau bovine collagen sebaiknya tidak hanya didasarkan pada klaim mengenai penyerapan, tetapi juga mempertimbangkan tujuan formulasi produk.

Mana yang Lebih Cocok untuk Produk Beauty?

Jika target utama produk adalah kesehatan kulit, elastisitas kulit, atau perawatan kecantikan dari dalam, marine collagen sering menjadi pilihan yang populer.

Hal ini karena marine collagen didominasi oleh Collagen Type I, yaitu jenis collagen yang banyak terdapat pada lapisan kulit manusia. Tidak mengherankan jika banyak beauty drink dan collagen powder premium menggunakan marine collagen sebagai bahan utamanya.

Meski demikian, bukan berarti bovine collagen tidak dapat digunakan untuk produk kecantikan. Bovine collagen juga mengandung Type I yang berperan dalam menjaga struktur kulit, sehingga tetap dapat diaplikasikan pada produk beauty sesuai dengan konsep formulasi yang diinginkan.

Mana yang Lebih Cocok untuk Sport Nutrition dan Wellness?

Untuk produk yang menargetkan kesehatan secara menyeluruh, sport nutrition, atau active lifestyle, bovine collagen sering menjadi pilihan yang menarik.

Kandungan Collagen Type I dan Type III membuat bovine collagen banyak digunakan pada produk yang mendukung kesehatan jaringan ikat, otot, tendon, dan sendi.

Karena itu, bovine collagen cukup umum ditemukan pada:

  • Protein powder

  • Recovery drink

  • Healthy beverage

  • Meal replacement

  • Functional nutrition

Namun, pemilihan bahan tetap harus disesuaikan dengan konsep produk, kebutuhan target konsumen, dan positioning merek.

Bagaimana dengan Aspek Halal?

Bagi pelaku usaha di Indonesia, aspek halal merupakan salah satu pertimbangan penting dalam memilih bahan baku.

Baik marine collagen maupun bovine collagen dapat digunakan dalam produk halal, selama bahan bakunya berasal dari sumber yang memenuhi persyaratan dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, penting bagi pemilik merek untuk memastikan bahwa pemasok bahan baku menyediakan dokumen pendukung yang relevan sesuai kebutuhan proses registrasi dan sertifikasi produk.

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Collagen

Sebelum menentukan jenis collagen yang akan digunakan, sebaiknya pertimbangkan beberapa aspek berikut:

  • Target konsumen yang ingin dituju.

  • Positioning produk, apakah premium, mass market, atau sport nutrition.

  • Konsep manfaat utama yang ingin ditonjolkan.

  • Harga pokok produksi yang direncanakan.

  • Karakteristik rasa dan formulasi produk.

  • Jenis kemasan dan bentuk sediaan yang akan dipasarkan.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut sejak awal, proses pengembangan produk akan menjadi lebih efektif dan sesuai dengan strategi bisnis yang ingin dicapai.

Jadi, Mana yang Lebih Tepat?

Tidak ada jawaban yang benar-benar mutlak mengenai mana yang lebih baik antara marine collagen dan bovine collagen.

Marine collagen umumnya menjadi pilihan bagi brand yang ingin menghadirkan produk beauty premium dengan fokus pada kesehatan kulit. Sementara itu, bovine collagen menawarkan fleksibilitas yang lebih luas untuk berbagai kategori produk wellness, sport nutrition, maupun pangan fungsional.

Pilihan terbaik adalah bahan baku yang paling sesuai dengan tujuan produk, kebutuhan konsumen, strategi pemasaran, dan anggaran pengembangan yang dimiliki.

Kembangkan Produk Collagen Bersama Nutrafood

Mengembangkan produk collagen tidak hanya sebatas memilih jenis bahan baku. Formulasi, pemilihan bahan pendukung, cita rasa, stabilitas produk, hingga aspek legalitas juga berperan penting dalam menghasilkan produk yang kompetitif di pasar.

Di PT Sumber Nutrafood Indonesia, kami membantu pelaku usaha mengembangkan berbagai produk pangan fungsional berbasis collagen, mulai dari beauty drink, collagen powder, hingga minuman serbuk premium. Tim R&D kami siap memberikan konsultasi untuk membantu Anda memilih jenis collagen yang sesuai dengan konsep produk dan target pasar.

Dengan dukungan layanan maklon yang terintegrasi, Anda dapat mengembangkan produk secara lebih efisien, mulai dari formulasi, pengujian, produksi, hingga pendampingan proses perizinan.