Bulan Ramadhan selalu menjadi momentum peningkatan traffic bagi industri HoReCa (Hotel, Restaurant, Café). Reservasi buka bersama meningkat, volume tamu bertambah, dan intensitas operasional melonjak signifikan—terutama pada jam-jam menjelang waktu berbuka.
Namun di balik peluang peningkatan revenue tersebut, terdapat tantangan operasional yang tidak bisa diabaikan. Tanpa sistem yang terstruktur, lonjakan permintaan justru dapat menimbulkan ketidakefisienan, inkonsistensi kualitas, hingga tekanan pada margin bisnis.
Lonjakan Volume, Lonjakan Kompleksitas
Pada periode peak season seperti Ramadhan, dapur dan bar area bekerja dalam ritme yang jauh lebih cepat dari biasanya. Dalam waktu yang relatif singkat, tim harus menyajikan minuman dalam jumlah besar dengan kualitas yang tetap terjaga.
Beberapa tantangan yang umum terjadi di antaranya:
Proses racik manual yang memakan waktu saat peak hour
Perbedaan takaran antar staf yang menyebabkan rasa tidak konsisten
Waste bahan baku akibat over-portioning
Ketergantungan pada banyak supplier bahan baku
Sulitnya mengontrol HPP di tengah peningkatan volume produksi
Dalam kondisi ini, kompleksitas kecil dapat berdampak besar terhadap pengalaman pelanggan.
Konsistensi Adalah Kunci Reputasi
Bagi bisnis HoReCa, konsistensi bukan sekadar soal rasa. Ia adalah bagian dari brand experience. Pelanggan yang datang untuk berbuka bersama keluarga atau kolega mengharapkan kualitas yang sama—baik di awal maupun di akhir Ramadhan, baik di satu outlet maupun outlet lainnya.
Inkonsistensi rasa atau keterlambatan penyajian dapat memengaruhi persepsi terhadap brand secara keseluruhan.
Di sinilah pentingnya sistem minuman yang terstandarisasi dan mudah diimplementasikan dalam skala besar.
Mengapa Sistem Minuman Terstandarisasi Menjadi Solusi?
Pendekatan sistematis dalam pengembangan minuman—khususnya minuman fungsional—membantu HoReCa menyederhanakan operasional tanpa mengorbankan kualitas.
Dengan sistem yang tepat, pelaku usaha dapat memperoleh:
Takaran presisi yang menjaga konsistensi rasa
Proses penyajian yang lebih cepat dan praktis
Pengurangan waste bahan baku
Kontrol HPP yang lebih stabil
Kemudahan training staf baru saat peak season
Alih-alih mengelola banyak bahan baku terpisah, sistem minuman berbasis formulasi terintegrasi memungkinkan proses yang lebih ringkas dan terkontrol.
Peran Maklon sebagai Mitra Supply Chain
Dalam konteks ini, maklon bukan sekadar jasa produksi. Lebih dari itu, maklon dapat berperan sebagai mitra supply chain yang membantu HoReCa:
Mengembangkan formula sesuai konsep brand dan target market
Menyediakan bahan baku terstandarisasi dalam satu sistem
Menjamin konsistensi antar batch produksi
Mengintegrasikan aspek legalitas seperti BPOM, Halal, dan standar mutu produksi
Dengan pendekatan ini, pelaku HoReCa tidak perlu lagi mengoordinasikan banyak supplier atau menguji stabilitas formula secara mandiri. Fokus dapat dialihkan pada pengelolaan layanan dan pengalaman pelanggan.
Momentum Ramadhan: Saatnya Mengoptimalkan Sistem
Ramadhan adalah peluang peningkatan omzet. Namun untuk memaksimalkan potensi tersebut, sistem operasional harus mampu mengikuti lonjakan permintaan.
Minuman serbuk terstandarisasi untuk HoReCa dapat menjadi salah satu strategi untuk:
Menyederhanakan proses penyajian
Meningkatkan efisiensi biaya
Menjaga kualitas dan konsistensi rasa
Mendukung ekspansi atau multi-outlet dengan standar yang sama
Dengan sistem yang tepat, peningkatan volume tidak lagi identik dengan peningkatan kompleksitas.