floating whatsapp

Setelah Matcha, Apakah Protein Coffee Akan Menjadi Tren Minuman Berikutnya?

Amelia • 18 Juni 2026

Setelah Matcha, Apakah Protein Coffee Akan Menjadi Tren Minuman Berikutnya?

Dalam beberapa tahun terakhir, matcha telah menjadi salah satu bintang utama di industri minuman. Dari cafe premium hingga produk ready-to-drink, matcha berhasil menarik perhatian konsumen yang mencari alternatif minuman dengan citra lebih sehat dan fungsional.

Namun, seiring berkembangnya tren kesehatan dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya asupan protein, muncul pertanyaan baru di industri pangan dan minuman:

Apakah protein coffee akan menjadi tren minuman berikutnya?

Ketika Konsumen Tidak Lagi Hanya Mencari Energi

Kopi selama ini identik dengan energi, fokus, dan produktivitas. Sementara itu, protein dikenal sebagai nutrisi penting untuk menjaga massa otot, membantu rasa kenyang lebih lama, serta mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kini konsumen mulai mencari produk yang tidak hanya memberikan rasa nikmat, tetapi juga manfaat tambahan. Mereka menginginkan minuman yang dapat mendukung gaya hidup aktif, kesehatan jangka panjang, dan kebutuhan nutrisi harian dalam satu sajian praktis.

Perubahan perilaku inilah yang mendorong lahirnya konsep protein coffee, yaitu kombinasi kopi dan protein dalam satu produk.

Apa Itu Protein Coffee?

Protein coffee atau sering disebut proffee merupakan minuman yang menggabungkan kopi dengan sumber protein, seperti whey protein, milk protein, atau protein nabati.

Tujuannya bukan sekadar menciptakan rasa baru, melainkan memberikan manfaat yang lebih lengkap bagi konsumen, seperti:

  • Memberikan energi dari kandungan kafein
  • Membantu memenuhi kebutuhan protein harian
  • Memberikan rasa kenyang lebih lama
  • Mendukung pemeliharaan massa otot
  • Menjadi alternatif sarapan praktis

Konsep ini semakin populer di berbagai negara karena dianggap mampu menjawab kebutuhan konsumen modern yang menginginkan produk praktis sekaligus bernilai fungsional.

Mengapa Protein Menjadi Nutrisi yang Semakin Dicari?

Salah satu perubahan terbesar dalam industri pangan fungsional saat ini adalah meningkatnya perhatian terhadap protein.

Jika dahulu protein identik dengan atlet dan penggemar fitness, kini target pasarnya jauh lebih luas, mencakup:

  • Pekerja kantoran
  • Mahasiswa
  • Ibu rumah tangga
  • Konsumen aktif
  • Kelompok usia lanjut

Kesadaran akan pentingnya menjaga massa otot, kesehatan metabolik, dan kualitas hidup di usia lanjut membuat protein menjadi salah satu bahan yang paling dicari dalam berbagai kategori produk.

Fenomena ini bahkan melahirkan tren yang disebut sebagai proteinification, yaitu penambahan protein ke berbagai jenis makanan dan minuman yang sebelumnya tidak identik dengan protein.

Saat ini protein mulai hadir dalam:

  • Snack
  • Sereal
  • Yogurt
  • Es krim
  • Minuman cokelat
  • Matcha latte
  • Hingga kopi

Mengapa Protein Coffee Menarik untuk Industri F&B?

Bagi pelaku industri pangan dan minuman, protein coffee menawarkan peluang yang menarik karena berada di persimpangan dua kategori yang sedang berkembang:

  1. Pasar kopi yang terus bertumbuh.
  2. Pasar pangan fungsional yang semakin diminati.

Produk ini dapat menjangkau berbagai segmen konsumen, mulai dari pekerja yang membutuhkan energi saat beraktivitas hingga konsumen yang menjalani gaya hidup sehat.

Selain itu, protein coffee juga memiliki fleksibilitas pengembangan yang tinggi, baik dalam bentuk:

  • Powder sachet
  • Bulk powder untuk horeca
  • Ready-to-drink (RTD)
  • Concentrate
  • Premix beverage

Tantangan dalam Mengembangkan Protein Coffee

Meski memiliki potensi besar, pengembangan protein coffee bukan tanpa tantangan.

Salah satu kendala utama adalah menjaga keseimbangan antara manfaat nutrisi dan pengalaman konsumsi.

Penambahan protein sering kali menyebabkan beberapa masalah formulasi seperti:

  • Tekstur menjadi terlalu kental
  • Muncul sensasi chalky atau berpasir
  • Aftertaste yang kurang nyaman
  • Karakter kopi menjadi kurang dominan

Karena itu, keberhasilan produk protein coffee tidak hanya ditentukan oleh kandungan proteinnya, tetapi juga oleh kemampuan formulasi dalam menghasilkan rasa dan tekstur yang tetap disukai konsumen.

Setelah Protein Coffee, Apakah Protein Matcha Akan Menyusul?

Jika melihat perkembangan pasar saat ini, peluang tidak hanya terbuka pada kategori kopi.

Matcha yang telah lebih dulu populer di kalangan konsumen muda memiliki potensi besar untuk dikombinasikan dengan protein.

Konsep Protein Matcha Latte Powder menjadi salah satu inovasi yang menarik karena menggabungkan beberapa tren sekaligus:

  • Matcha sebagai minuman premium
  • Protein sebagai bahan fungsional
  • Gaya hidup sehat
  • Konsumsi praktis dalam bentuk premix

Produk seperti ini berpotensi menarik perhatian konsumen yang menginginkan alternatif selain kopi namun tetap mencari manfaat nutrisi tambahan.

Selain matcha, peluang inovasi juga dapat dikembangkan pada:

  • Protein Hojicha Latte
  • Protein Chocolate Drink
  • Protein Oat Latte
  • Plant-Based Protein Beverage
  • Functional Coffee Blend

Peluang bagi Brand yang Ingin Berinovasi

Perkembangan protein coffee menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi hanya mencari minuman yang enak. Mereka mulai menginginkan produk yang mampu memberikan manfaat tambahan dan mendukung gaya hidup mereka.

Bagi brand yang ingin menghadirkan inovasi baru, tren ini dapat menjadi peluang untuk menciptakan produk yang tidak hanya mengikuti pasar saat ini, tetapi juga menjawab kebutuhan konsumen di masa depan.

Mulai dari protein coffee hingga protein matcha latte, berbagai konsep minuman fungsional masih memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan di Indonesia.

Kesimpulan

Matcha telah berhasil membuktikan bahwa konsumen bersedia mencoba minuman dengan manfaat tambahan yang jelas. Kini, meningkatnya minat terhadap protein membuka peluang baru bagi industri pangan dan minuman.

Protein coffee menjadi salah satu contoh bagaimana dua tren besar kopi dan protein dapat dipadukan menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen modern.

Meskipun masih tergolong baru di Indonesia, kategori ini menunjukkan potensi yang menarik untuk dikembangkan. Bahkan, bukan tidak mungkin inovasi berikutnya justru hadir dalam bentuk Protein Matcha Latte, Protein Hojicha, atau berbagai minuman fungsional tinggi protein lainnya.

Bagi pelaku usaha yang ingin menghadirkan produk berbeda dan mengikuti arah perkembangan pasar global, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mengeksplorasi peluang inovasi di kategori minuman fungsional berbasis protein.