Di tengah meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap produk pangan yang praktis, inovatif, dan memiliki manfaat fungsional, industri maklon pangan menjadi salah satu solusi bagi brand yang ingin mengembangkan produk tanpa harus membangun fasilitas produksi sendiri.
Namun, mengembangkan produk melalui jasa maklon pangan bukan hanya tentang menentukan rasa dan membuat kemasan. Di balik sebuah produk yang siap dipasarkan, terdapat rangkaian proses yang perlu dilakukan secara sistematis, mulai dari memahami konsep produk, formulasi, pengujian, hingga produksi massal.
Lantas, bagaimana sebenarnya tahapan pengembangan produk di industri maklon pangan?
1. Menentukan Konsep dan Kebutuhan Produk
Tahap pertama dimulai dari ide.
Brand perlu menentukan produk seperti apa yang ingin dikembangkan, siapa target konsumennya, manfaat atau positioning yang ingin ditawarkan, serta bentuk produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Beberapa hal yang biasanya perlu ditentukan antara lain:
Kategori produk, seperti minuman serbuk, minuman fungsional, produk berbasis protein, fiber drink, collagen drink, atau produk pangan lainnya.
Target konsumen.
Konsep dan positioning produk.
Klaim atau manfaat yang ingin ditonjolkan.
Bentuk dan ukuran produk.
Preferensi rasa dan karakteristik produk.
Target harga dan segmen pasar.
Pada tahap ini, konsultasi dengan pihak maklon menjadi penting agar ide awal dapat disesuaikan dengan aspek teknis, regulasi, serta kemampuan produksi.
2. Konsultasi dan Penyusunan Product Brief
Setelah konsep produk ditentukan, ide tersebut kemudian diterjemahkan menjadi product brief.
Product brief berfungsi sebagai gambaran awal mengenai spesifikasi produk yang ingin dikembangkan. Informasi di dalamnya dapat mencakup bahan utama, manfaat yang diharapkan, bentuk sediaan, rasa, warna, tekstur, ukuran kemasan, hingga target konsumen.
Semakin jelas product brief yang diberikan, semakin mudah tim R&D memahami arah pengembangan produk.
Pada tahap ini, tim maklon juga dapat memberikan masukan mengenai pemilihan bahan, bentuk produk, kemungkinan formulasi, serta penyesuaian konsep dengan regulasi pangan yang berlaku.
3. Pengembangan Formula oleh Tim R&D
Setelah product brief disepakati, proses masuk ke tahap formulasi.
Tim Research & Development (R&D) akan mengembangkan formula berdasarkan spesifikasi yang telah ditentukan. Pemilihan bahan tidak hanya mempertimbangkan manfaatnya, tetapi juga perlu memperhatikan karakteristik bahan, kompatibilitas antar bahan, rasa, aroma, kelarutan, stabilitas, serta proses produksinya.
Misalnya, pada pengembangan minuman serbuk fungsional, formula perlu mempertimbangkan bagaimana bahan aktif dapat dikombinasikan dengan bahan lainnya tanpa mengganggu rasa, tekstur, maupun karakteristik produk.
Tahap formulasi inilah yang menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan produk karena sebuah konsep yang menarik di pasar tetap harus dapat diwujudkan menjadi produk yang stabil dan dapat diproduksi secara konsisten.
4. Pembuatan dan Evaluasi Sample
Formula awal kemudian dibuat dalam bentuk sample untuk dievaluasi.
Sample menjadi media untuk melihat apakah produk yang dihasilkan sudah sesuai dengan brief atau masih membutuhkan penyesuaian.
Beberapa aspek yang dapat dievaluasi meliputi:
Rasa dan aroma
Warna
Tekstur
Kelarutan
Mouthfeel
Karakteristik bahan
Kesesuaian dengan konsep produk
Jika sample belum sesuai dengan ekspektasi, formula dapat kembali dikembangkan dan disesuaikan.
Karena itu, proses pengembangan produk tidak selalu berjalan dalam satu kali percobaan. Dibutuhkan proses evaluasi dan penyempurnaan hingga diperoleh formula yang sesuai.
5. Pengujian Stabilitas dan Parameter Mutu
Setelah formula mendapatkan hasil yang sesuai, produk perlu melalui berbagai pengujian untuk memastikan kualitas dan karakteristiknya.
Pengujian dapat mencakup parameter fisik, kimia, mikrobiologi, maupun parameter lain yang relevan dengan karakteristik produk.
Salah satu aspek yang penting adalah stabilitas produk.
Stabilitas membantu memberikan gambaran mengenai bagaimana karakteristik produk dapat bertahan selama penyimpanan dalam kondisi tertentu. Hal ini berkaitan dengan kualitas produk hingga mencapai akhir masa simpannya atau shelf life.
Tahap ini penting karena produk yang terlihat baik saat pertama kali dibuat belum tentu mempertahankan karakteristik yang sama selama penyimpanan.
6. Penyesuaian Formula dengan Regulasi
Pengembangan produk pangan tidak hanya harus menghasilkan produk yang menarik, tetapi juga harus memperhatikan ketentuan regulasi yang berlaku.
Formula, bahan yang digunakan, informasi label, klaim, serta berbagai aspek produk perlu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku agar produk dapat diproses untuk kebutuhan perizinan dan pemasaran.
Dalam proses maklon, aspek regulasi sebaiknya sudah dipertimbangkan sejak awal pengembangan, bukan baru diperiksa setelah produk selesai.
Pendekatan ini membantu mengurangi risiko perubahan formula atau konsep produk pada tahap akhir.
7. Finalisasi Formula dan Kemasan
Setelah formula dinyatakan sesuai, tahap berikutnya adalah finalisasi produk.
Pada tahap ini, brand bersama pihak maklon dapat menentukan spesifikasi final, termasuk:
Formula final
Varian rasa
Ukuran produk
Jenis kemasan
Ukuran kemasan
Informasi pada label
Spesifikasi bahan kemasan
Konsep desain kemasan
Pemilihan kemasan juga perlu mempertimbangkan karakteristik produk. Produk serbuk, misalnya, memiliki kebutuhan perlindungan yang berbeda dengan produk cair.
Kemasan bukan hanya berfungsi sebagai identitas visual brand, tetapi juga menjadi bagian dari perlindungan produk selama penyimpanan dan distribusi.
8. Persiapan Produksi Massal
Setelah formula dan spesifikasi produk selesai, proses dilanjutkan ke persiapan produksi.
Tim produksi akan memastikan kesiapan bahan baku, bahan kemasan, mesin, parameter proses, serta prosedur produksi yang diperlukan.
Pada tahap ini, koordinasi antara tim R&D, Quality Control (QC), produksi, dan brand menjadi penting agar produk yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati.
Tujuannya adalah memastikan formula yang sebelumnya dikembangkan dalam skala kecil dapat diterapkan secara konsisten pada skala produksi.
9. Produksi Massal dan Quality Control
Tahap berikutnya adalah produksi massal.
Produk diproduksi berdasarkan formula dan parameter proses yang telah ditetapkan. Selama proses berlangsung, aspek kualitas tetap menjadi perhatian melalui prosedur Quality Control (QC).
QC berperan dalam melakukan pemeriksaan terhadap berbagai parameter yang diperlukan untuk memastikan produk memenuhi spesifikasi.
Mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga produk jadi perlu dikontrol agar kualitas dan konsistensi produk tetap terjaga.
Dengan demikian, proses maklon bukan sekadar “membuat produk”, tetapi juga memastikan produk dapat dibuat secara konsisten sesuai standar yang telah ditentukan.
10. Produk Siap Dipasarkan
Setelah proses produksi dan pemeriksaan kualitas selesai, produk siap memasuki tahap distribusi dan pemasaran.
Pada tahap ini, brand sudah memiliki produk dengan formula dan spesifikasi yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga dapat mulai menjalankan strategi pemasaran sesuai target pasar.
Mulai dari produk minuman fungsional, produk nutrisi olahraga, produk beauty nutrition, hingga berbagai inovasi pangan lainnya, proses pengembangan yang terstruktur menjadi fondasi penting sebelum produk diperkenalkan kepada konsumen.
Mengapa Setiap Tahapan Pengembangan Produk Penting?
Setiap tahapan memiliki fungsi yang saling berkaitan.
Konsep produk menentukan arah pengembangan. Product brief menerjemahkan ide menjadi spesifikasi. R&D mengubah spesifikasi tersebut menjadi formula. Sample digunakan untuk evaluasi. Pengujian memastikan kualitas dan stabilitas. Regulasi memastikan produk dapat memenuhi ketentuan yang berlaku. Sementara produksi dan QC memastikan formula tersebut dapat diwujudkan secara konsisten dalam skala massal.
Karena itu, memilih partner maklon tidak hanya perlu mempertimbangkan kemampuan produksi, tetapi juga kemampuan dalam mendampingi proses pengembangan produk dari awal hingga siap dipasarkan.
Pengembangan Produk Lebih Terarah Bersama Nutrafood
Sebagai perusahaan maklon pangan, PT Sumber Nutrafood Indonesia menyediakan layanan pengembangan produk yang membantu brand melalui berbagai tahapan, mulai dari konsultasi konsep, pengembangan formula, pembuatan sample, hingga proses produksi.
Dengan pendekatan One Stop Maklon Solution, pengembangan produk dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dalam satu proses.
Nutrafood juga mendukung pengembangan berbagai kategori produk pangan dan nutrisi, mulai dari fiber drink, collagen drink, whey protein drink, energy drink, meal replacement, hingga berbagai produk pangan fungsional lainnya.
Bagi brand yang memiliki ide produk tetapi masih bingung bagaimana memulainya, tahap pertama bukan langsung masuk ke produksi.
Mulailah dari konsultasi dan validasi konsep.
Karena produk yang baik bukan hanya tentang bagaimana produk tersebut dibuat, tetapi juga bagaimana sebuah ide dikembangkan menjadi produk yang tepat, aman, konsisten, dan siap bersaing di pasar.
Punya ide produk pangan sendiri? Konsultasikan konsepnya bersama Nutrafood dan mulai kembangkan produkmu dari tahap awal.
PT Sumber Nutrafood Indonesia — Let Food Be Your Medicine