Memiliki brand makanan atau minuman sendiri tidak cukup hanya dengan menentukan konsep produk, membuat kemasan, dan memilih nama brand. Pelaku usaha juga perlu memastikan bahwa produk memenuhi persyaratan keamanan pangan dan legalitas yang berlaku sebelum dipasarkan.
Salah satu hal yang perlu dipahami adalah cara daftar BPOM produk maklon. Bagi pemilik brand yang menggunakan jasa produsen pihak ketiga, proses pendaftaran izin edar perlu direncanakan sejak tahap pengembangan produk agar tidak menghambat peluncuran bisnis.
Lalu, apa saja syarat daftar BPOM untuk produk maklon? Berapa biaya pendaftarannya, bagaimana prosedurnya, dan siapa yang bertanggung jawab mengurus izin edar tersebut?
Simak panduan lengkap berikut ini.
Apa Itu BPOM dan Mengapa Produk Maklon Perlu Didaftarkan?
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merupakan lembaga yang menjalankan pengawasan terhadap obat dan makanan sesuai kewenangannya, termasuk pangan olahan yang beredar di Indonesia.
Izin edar BPOM untuk pangan olahan merupakan salah satu bentuk pemenuhan persyaratan regulasi sebelum produk dipasarkan. Proses registrasinya mencakup evaluasi terhadap persyaratan keamanan, mutu, gizi, dan label sesuai kategori produk.
Tidak semua pangan wajib melalui jalur registrasi BPOM yang sama. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu mengidentifikasi kategori produknya terlebih dahulu sebelum mengajukan pendaftaran.
Untuk produk maklon, proses ini penting karena pemilik brand menggunakan fasilitas produksi perusahaan lain. Legalitas usaha, dokumen fasilitas produksi, komposisi produk, dan informasi label perlu dipersiapkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa Itu Produk Maklon?
Maklon makanan dan minuman adalah layanan produksi berdasarkan kontrak, ketika pemilik brand bekerja sama dengan perusahaan manufaktur untuk mengembangkan atau memproduksi produk sesuai kesepakatan.
Melalui sistem ini, pemilik brand dapat berfokus pada pengembangan bisnis, pemasaran, dan distribusi tanpa harus membangun fasilitas produksi sendiri.
Contoh produk yang dapat dikembangkan melalui layanan maklon pangan olahan antara lain:
Minuman serbuk kolagen atau collagen drink.
Minuman serbuk protein dan whey protein.
Minuman serbuk elektrolit.
Minuman serbuk fiber atau serat pangan.
Minuman kopi dan matcha instan.
Minuman serbuk herbal dan produk nutrisi fungsional lainnya.
Jenis produk yang dapat diproduksi tetap bergantung pada kemampuan fasilitas manufaktur, formulasi, kategori pangan, dan persyaratan regulasi yang berlaku.
Apakah Produk Maklon Wajib Memiliki Izin Edar BPOM?
Pada prinsipnya, pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri atau diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran wajib memiliki izin edar sesuai ketentuan, kecuali produk yang termasuk kategori pengecualian.
BPOM juga membedakan jalur perizinan berdasarkan karakteristik produk dan cara produksinya. Karena itu, pelaku usaha tidak sebaiknya langsung berasumsi bahwa semua produk cukup menggunakan izin PIRT atau, sebaliknya, seluruh produk harus melalui jalur BPOM MD.
Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa produk pangan olahan yang diproduksi berdasarkan sistem maklon memiliki ketentuan registrasi tersendiri. Informasi resmi BPOM menjelaskan bahwa pendaftaran pangan olahan yang diproduksi berdasarkan kontrak diajukan oleh pemberi kontrak, dengan pemenuhan persyaratan sesuai skema registrasi yang berlaku.
Untuk produk maklon, jalur SPP-IRT juga tidak dapat digunakan sebagai pengganti registrasi BPOM MD. Ketentuan ini perlu diperhatikan oleh pemilik brand yang ingin menggunakan jasa manufaktur pihak ketiga.
Sumber: Direktorat Registrasi Pangan Olahan BPOM dan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan BPOM.
Apa Perbedaan BPOM MD, BPOM ML, dan PIRT?
Sebelum mendaftarkan produk, penting untuk memahami perbedaan beberapa jenis perizinan pangan berikut.
1. BPOM MD
BPOM MD merupakan nomor izin edar untuk pangan olahan produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan registrasi BPOM.
Jalur ini relevan untuk produk maklon yang diproduksi di Indonesia dan harus memiliki izin edar BPOM. Contohnya dapat berupa minuman serbuk kemasan eceran yang diproduksi oleh manufaktur dalam negeri, sesuai kategori dan ketentuan produk tersebut.
2. BPOM ML
BPOM ML merupakan nomor izin edar untuk pangan olahan yang berasal dari luar negeri dan diimpor untuk diedarkan di Indonesia.
Persyaratan pendaftarannya berbeda dari produk yang diproduksi di dalam negeri karena melibatkan importir atau distributor yang memenuhi ketentuan.
3. SPP-IRT atau PIRT
SPP-IRT merupakan sertifikat yang diterbitkan melalui pemerintah daerah untuk jenis pangan yang memenuhi kriteria industri rumah tangga sesuai ketentuan.
Jalur ini tidak berlaku untuk seluruh jenis pangan dan tidak dapat digunakan untuk produk yang diproduksi melalui sistem maklon sebagai pengganti BPOM MD.
Dengan memahami perbedaan tersebut, pemilik brand dapat menentukan jalur legalitas yang sesuai sebelum memulai proses produksi.
Syarat Daftar BPOM Produk Maklon
Syarat pendaftaran BPOM produk maklon bergantung pada jenis pangan, skema registrasi, serta kondisi perusahaan pemberi dan penerima kontrak.
Berikut beberapa dokumen dan aspek yang perlu dipersiapkan.
1. Legalitas usaha
Pemilik brand perlu menyiapkan legalitas usaha sesuai persyaratan yang berlaku, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, serta perizinan berusaha yang relevan dengan kegiatan usahanya.
Kesesuaian bidang usaha atau KBLI dengan skema registrasi juga perlu diperhatikan.
2. Dokumen perusahaan manufaktur
Perusahaan penerima kontrak harus memiliki legalitas dan fasilitas produksi yang memenuhi ketentuan untuk menghasilkan produk terkait.
Salah satu dokumen penting dalam proses registrasi pangan olahan adalah izin penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), sesuai persyaratan yang berlaku.
Untuk skema maklon, dokumen perusahaan pemberi dan penerima kontrak perlu diperiksa berdasarkan ketentuan registrasi yang digunakan.
3. Perjanjian kerja sama maklon
Perjanjian kerja sama atau kontrak maklon menjelaskan hubungan antara pemilik brand sebagai pemberi kontrak dan perusahaan manufaktur sebagai penerima kontrak.
Dokumen ini menjadi bagian penting dari proses registrasi produk yang diproduksi berdasarkan kontrak.
4. Formula dan komposisi produk
Informasi formula perlu dipersiapkan secara akurat, termasuk bahan baku, bahan tambahan pangan apabila digunakan, serta spesifikasi bahan yang relevan.
Seluruh bahan harus memenuhi persyaratan yang berlaku untuk kategori produk tersebut.
5. Dokumen pendukung mutu dan keamanan pangan
BPOM mengevaluasi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi sesuai karakteristik pangan yang didaftarkan.
Dokumen pendukung dapat mencakup spesifikasi bahan baku, hasil pengujian yang dipersyaratkan, informasi proses produksi, serta data pendukung lain sesuai kategori dan karakteristik produk.
6. Rancangan label produk
Rancangan label harus disiapkan sesuai ketentuan pelabelan pangan olahan.
Informasi yang perlu diperhatikan antara lain nama produk, daftar bahan, berat atau isi bersih, nama dan alamat pihak yang dipersyaratkan, informasi kedaluwarsa, kode produksi, informasi nilai gizi apabila diwajibkan, serta keterangan lain sesuai kategori produk.
Klaim pada label juga harus memenuhi ketentuan yang berlaku dan tidak boleh dibuat tanpa dasar yang sesuai.
Catatan: Daftar di atas merupakan gambaran umum. Persyaratan akhir harus dikonfirmasi berdasarkan kategori pangan, skema registrasi, serta ketentuan BPOM terbaru.
Cara Daftar BPOM Produk Maklon Secara Online
Setelah dokumen awal dipersiapkan, berikut tahapan umum yang perlu dilalui untuk mendaftarkan produk maklon.
Langkah 1: Tentukan kategori dan jenis produk
Identifikasi karakteristik produk, komposisi, bentuk pangan, tujuan penggunaan, serta cara produk dipasarkan.
Tahap ini membantu menentukan jalur registrasi dan persyaratan yang harus dipenuhi. Jangan langsung memulai pengajuan sebelum memastikan bahwa kategori produk sudah sesuai.
Langkah 2: Pastikan legalitas perusahaan dan fasilitas produksi
Periksa kelengkapan legalitas usaha pemberi kontrak dan penerima kontrak, termasuk kesesuaian bidang usaha serta dokumen fasilitas produksi yang dipersyaratkan.
Untuk pangan olahan yang diproduksi berdasarkan kontrak, kelengkapan dokumen kedua pihak perlu diperhatikan sejak awal.
Langkah 3: Siapkan formula dan dokumen teknis
Pastikan formula final, spesifikasi bahan, informasi proses produksi, rancangan label, dan dokumen pendukung lainnya telah dipersiapkan.
Jika terdapat perubahan komposisi atau informasi produk, dampaknya terhadap proses registrasi perlu dikaji sebelum pengajuan dilakukan.
Langkah 4: Lakukan registrasi melalui sistem resmi BPOM
Pengajuan dilakukan melalui sistem registrasi pangan olahan BPOM yang sesuai dengan skema perusahaan dan produknya.
Portal yang dapat digunakan sebagai titik awal informasi adalah situs resmi Direktorat Registrasi Pangan Olahan BPOM di registrasipangan.pom.go.id.
Pemilik brand dan perusahaan manufaktur perlu memastikan bahwa jalur registrasi yang digunakan sesuai dengan ketentuan terbaru untuk produk berdasarkan kontrak.
Langkah 5: Ajukan data produk dan lakukan pembayaran
Data produk dan dokumen pendukung dimasukkan sesuai tahapan pada sistem registrasi.
Apabila permohonan telah mencapai tahap pembayaran, pemohon perlu mengikuti instruksi pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diterbitkan melalui sistem resmi.
Besaran biaya mengikuti kategori dan jenis permohonan yang berlaku.
Langkah 6: Ikuti evaluasi dan penuhi permintaan perbaikan
BPOM akan mengevaluasi permohonan berdasarkan persyaratan yang berlaku.
Jika ditemukan dokumen yang belum lengkap atau informasi yang perlu diperbaiki, pemohon perlu menindaklanjuti sesuai arahan dalam sistem.
Karena itu, ketepatan data dan konsistensi informasi antara formula, dokumen teknis, serta rancangan label sangat penting untuk membantu kelancaran proses.
Langkah 7: Pastikan izin edar diterbitkan sebelum produk dipasarkan
Setelah seluruh persyaratan terpenuhi dan permohonan disetujui, izin edar akan diterbitkan sesuai ketentuan.
Pemilik brand perlu memastikan bahwa identitas produk dan informasi pada kemasan sesuai dengan data yang disetujui. Produk juga harus memenuhi ketentuan lain yang relevan sebelum diedarkan.
Berapa Biaya Daftar BPOM Produk Maklon?
Biaya daftar BPOM produk maklon tidak selalu sama untuk setiap produk. Besarannya mengikuti jenis permohonan, kategori pangan, dan ketentuan tarif PNBP yang berlaku.
Selain biaya resmi registrasi, pemilik brand perlu memperhitungkan kemungkinan biaya lain yang terkait dengan persiapan produk, seperti pengembangan formula, pengujian laboratorium, penyiapan dokumen, desain label, dan layanan pendampingan apabila digunakan.
Untuk produk maklon, pembagian biaya dan tanggung jawab perlu dikonfirmasi dalam kesepakatan antara pemilik brand dan perusahaan manufaktur.
Agar anggaran lebih terukur, tanyakan kepada mitra maklon mengenai:
Biaya pengembangan dan finalisasi formula.
Biaya pengujian yang diperlukan.
Biaya resmi registrasi BPOM.
Biaya pendampingan legalitas apabila ada.
Komponen layanan yang sudah termasuk dalam paket maklon.
Penting: Jangan menggunakan satu angka biaya sebagai patokan untuk semua jenis produk. Tarif resmi dapat berubah mengikuti peraturan yang berlaku. Periksa tarif terkini melalui situs resmi BPOM dan JDIH BPOM sebelum mengajukan pendaftaran.
Berapa Lama Proses Pendaftaran BPOM Produk Maklon?
Lama proses pendaftaran BPOM dipengaruhi oleh kategori produk, kelengkapan dokumen, kompleksitas evaluasi, serta tindak lanjut terhadap permintaan perbaikan.
Proses dapat memerlukan waktu lebih panjang apabila formula belum final, dokumen fasilitas produksi belum memenuhi persyaratan, atau informasi pada label belum sesuai.
Oleh karena itu, tidak tepat jika setiap produk dijanjikan memperoleh izin edar dalam durasi yang sama.
Untuk membantu mengurangi potensi hambatan, pemilik brand sebaiknya menyelesaikan pengembangan formula, memeriksa kelengkapan legalitas, dan menyiapkan rancangan label sejak tahap awal kerja sama dengan perusahaan maklon.
Apakah Nomor BPOM Produk Maklon Atas Nama Pemilik Brand atau Pabrik?
Pada skema pangan olahan yang diproduksi berdasarkan kontrak, pendaftaran diajukan oleh pemberi kontrak sesuai ketentuan BPOM.
Dalam hubungan maklon, pemberi kontrak adalah pihak yang memesan produksi, sedangkan penerima kontrak merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi pangan berdasarkan perjanjian.
Namun, penentuan pihak yang tercantum pada dokumen registrasi dan pemenuhan persyaratan administrasinya tetap harus mengikuti skema yang berlaku.
Karena itu, sebelum menandatangani kontrak, pemilik brand perlu mengonfirmasi dengan perusahaan manufaktur mengenai pihak yang mengajukan registrasi, dokumen yang dibutuhkan, serta tanggung jawab masing-masing pihak.
Apakah Satu Nomor BPOM Bisa Digunakan untuk Semua Varian Produk?
Tidak selalu.
BPOM menetapkan bahwa pengajuan produk dapat perlu dilakukan secara terpisah apabila terdapat perbedaan tertentu, seperti jenis pangan, jenis kemasan, komposisi, identitas sarana produksi, atau desain label sesuai ketentuan yang berlaku.
Contohnya, minuman serbuk dengan formula berbeda tidak dapat otomatis menggunakan satu nomor izin edar yang sama.
Sementara itu, beberapa ukuran kemasan untuk produk yang sama dapat memiliki perlakuan registrasi yang berbeda dari produk dengan komposisi atau karakteristik berbeda.
Karena itu, jumlah nomor izin edar yang dibutuhkan sebaiknya ditentukan setelah formula, varian, ukuran kemasan, dan rancangan label produk dipastikan.
Apa Perbedaan Izin BPOM dan Sertifikat Halal?
Izin edar BPOM dan sertifikat halal memiliki fungsi yang berbeda.
Izin edar BPOM berkaitan dengan pemenuhan persyaratan regulasi pangan olahan, termasuk keamanan, mutu, dan ketentuan lain sesuai kategori produk.
Sementara itu, sertifikat halal berkaitan dengan pemenuhan persyaratan kehalalan produk berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Memiliki salah satu dokumen tersebut tidak otomatis menggantikan kewajiban untuk memenuhi dokumen lainnya.
Bagi pemilik brand makanan dan minuman, persiapan legalitas BPOM dan halal sebaiknya direncanakan sejak tahap pengembangan produk agar kebutuhan bahan baku, proses produksi, dan informasi label dapat disesuaikan sejak awal.
Tips Memilih Jasa Maklon yang Membantu Pengurusan BPOM
Memilih mitra manufaktur bukan hanya soal kapasitas produksi dan harga. Pemilik brand juga perlu memastikan bahwa mitra yang dipilih memahami proses pengembangan produk dan persyaratan legalitas yang relevan.
Berikut beberapa hal yang dapat dipertimbangkan:
1. Periksa kesesuaian fasilitas produksi
Pastikan fasilitas manufaktur memiliki perizinan dan pemenuhan persyaratan produksi yang sesuai dengan jenis pangan yang akan dibuat.
2. Pastikan formula dan proses pengembangan produk transparan
Diskusikan komposisi, spesifikasi bahan, karakteristik produk, dan kebutuhan pengujian sebelum formula difinalisasi.
3. Tanyakan ruang lingkup pendampingan legalitas
Pastikan apakah layanan maklon mencakup persiapan dokumen, pendampingan registrasi BPOM, dan pengurusan sertifikasi halal atau apakah layanan tersebut memiliki ketentuan tersendiri.
4. Pastikan pembagian tanggung jawab jelas
Kontrak perlu menjelaskan tanggung jawab pemilik brand dan perusahaan manufaktur, termasuk dokumen, biaya, proses registrasi, serta penanganan perubahan produk.
5. Pilih mitra dengan pendekatan pengembangan produk yang terintegrasi
Mitra yang mendampingi proses dari pengembangan formula hingga persiapan legalitas dapat membantu pemilik brand mengelola tahapan pengembangan produk secara lebih terstruktur.
Ingin Membuat Brand Minuman Serbuk Sendiri? Nutrafood Siap Mendampingi
Mendaftarkan produk BPOM merupakan salah satu bagian penting dalam membangun brand makanan dan minuman. Agar proses pengembangan berjalan lebih terarah, pemilik brand perlu memilih mitra manufaktur yang memahami kebutuhan produk, proses produksi, dan persyaratan legalitas sejak awal.
PT Sumber Nutrafood Indonesia (Nutrafood) merupakan perusahaan manufaktur maklon yang berfokus pada pengembangan produk pangan fungsional berbentuk serbuk, termasuk berbagai konsep minuman nutrisi untuk kebutuhan sport dan beauty.
Melalui pendekatan One Stop Maklon Solution, Nutrafood membantu calon pemilik brand dalam tahapan pengembangan produk dan pendampingan legalitas sesuai ruang lingkup layanan serta persyaratan yang berlaku.
Mulai dari minuman serbuk kolagen, protein, elektrolit, fiber, hingga kopi dan matcha, pengembangan produk dapat didiskusikan berdasarkan kebutuhan target pasar dan karakteristik brand.
Sedang merencanakan produk pertama atau ingin mengembangkan lini produk baru?
Konsultasikan konsep produk Anda bersama Nutrafood. Diskusikan kebutuhan formulasi, proses produksi, dan persiapan legalitas agar rencana bisnis dapat disusun dengan lebih matang.
Hubungi tim Nutrafood melalui WhatsApp atau kanal resmi perusahaan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan maklon.