Menjelang bulan Ramadan 2026, permintaan produk kurma kembali menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Sebagai salah satu produk yang identik dengan momen berbuka puasa, kurma tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga semakin berkembang dalam berbagai bentuk produk turunan. Kondisi ini tercermin dari meningkatnya jumlah order kurma di Nutrafood menjelang Ramadan.
Peningkatan ini menjadi sinyal kuat bahwa kurma masih memiliki posisi strategis di pasar makanan dan minuman, khususnya pada periode musiman seperti Ramadan.
Kurma dan Ramadan: Pola Konsumsi yang Konsisten
Kurma telah lama menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa masyarakat Indonesia. Kandungan gula alami yang cepat diserap tubuh menjadikan kurma sebagai sumber energi praktis setelah seharian berpuasa. Selain faktor religius dan budaya, kesadaran masyarakat terhadap nilai gizi kurma juga terus meningkat.
Memasuki Ramadan 2026, pola konsumsi ini kembali berulang, dengan permintaan yang mulai naik sejak beberapa bulan sebelumnya. Hal ini mendorong brand dan pelaku usaha untuk melakukan persiapan stok dan produksi lebih awal.
Faktor Pendorong Meningkatnya Order Kurma di Nutrafood
Ada beberapa faktor utama yang mendorong peningkatan order kurma menjelang Ramadan 2026:
1. Kebutuhan Stok Ramadan yang Lebih Awal
Brand owner kini semakin sadar akan pentingnya perencanaan produksi. Untuk menghindari keterbatasan stok saat permintaan memuncak, banyak brand mulai melakukan pemesanan kurma lebih awal, termasuk untuk produk retail, hampers, dan kebutuhan korporasi.
2. Diversifikasi Produk Berbasis Kurma
Kurma tidak lagi terbatas pada bentuk buah utuh. Permintaan juga meningkat untuk produk turunan seperti:
Kurma kemasan premium
Kurma isi (filled dates)
Pasta atau ekstrak kurma
Kurma sebagai bahan baku minuman dan produk fungsional
Diversifikasi ini mendorong kebutuhan maklon kurma dengan standar kualitas dan konsistensi yang terjaga.
3. Peningkatan Permintaan dari Segmen B2B
Selain penjualan langsung ke konsumen, segmen B2B seperti corporate gift, hampers Ramadan, hingga kebutuhan brand F&B turut berkontribusi pada lonjakan order. Kurma dipandang sebagai produk yang aman secara market, relevan secara momen, dan mudah diterima berbagai segmen.
4. Kepercayaan terhadap Kualitas dan Kapasitas Produksi
Konsistensi kualitas bahan baku, proses produksi yang terstandar, serta kesiapan regulasi menjadi pertimbangan utama brand dalam memilih mitra maklon. Hal ini turut mendorong peningkatan order kurma di Nutrafood menjelang Ramadan.
Momentum Strategis bagi Brand Owner
Lonjakan permintaan kurma menjelang Ramadan 2026 menjadi peluang strategis bagi brand owner yang ingin:
Meluncurkan produk musiman
Menambah varian produk Ramadan
Scale up produksi tanpa harus membangun fasilitas sendiri
Dengan perencanaan yang tepat, momen Ramadan dapat menjadi kontributor signifikan terhadap pertumbuhan penjualan tahunan.
Persiapan Produksi Menjadi Kunci
Meningkatnya order kurma juga menegaskan pentingnya kesiapan produksi sejak dini. Mulai dari pemilihan jenis kurma, formulasi produk, desain kemasan, hingga pemenuhan regulasi, seluruh proses perlu dipersiapkan sebelum puncak Ramadan tiba.
Brand yang melakukan persiapan lebih awal cenderung memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan konsep produk dan strategi distribusi.
Saatnya Menyiapkan Produk Kurma untuk Ramadan 2026
Meningkatnya order kurma di Nutrafood menjelang Ramadan 2026 menunjukkan bahwa produk ini masih menjadi pilihan utama pasar dengan potensi yang terus berkembang. Baik untuk produk konsumsi langsung maupun inovasi turunan, kurma menawarkan peluang besar di momen musiman yang sangat kuat secara demand.
Bagi brand owner yang ingin memanfaatkan momentum Ramadan 2026, inilah waktu yang tepat untuk mulai merencanakan produksi. Mulai dari pemilihan jenis kurma, konsep produk, hingga kesiapan produksi, Nutrafood siap menjadi mitra maklon dalam menghadirkan produk kurma yang sesuai kebutuhan pasar dan standar kualitas.